Hakikat Cinta #part3
*******
perbincangan Bunga dan Aldo terhenti, ketika yudha datang menghampiri mereka.
‘kamu disini unga???’ tanya yudha sambil duduk disebelah Bunga dan melihat sinis kearah aldo. Ntah apa maksud dari tatapan yudha itu, apakah yudha cemburu melihat Bunga dan aldo duduk berdua????? Ataukah yudha merasa tersaingi dengan ketampanan aldo yg berusaha mendekati gulanya itu????
Kita lihat saja.
‘ahk, iya yud. Kenapa???’ tanya Bunga dan memutar wajahnya 90 derajat kearah yudha. Belum sempat yudha menjawab pertanyaan Bunga. Tiba-tiba…..
‘bunga aku pergi dulu’ pamit aldo dengan senyum kecutnya untuk yudha.
Aaarrrrggghhhh tuh anak emang hobinya ganggu aja, gerutu aldo dalam hati.
‘Loh do, kenapa buru2???’ tanya Bunga bingung.
‘hah???
Nggak koq, hanya ada urusan yg perlu aku selesaikan’ jawab aldo sambil berlalu meninggalkan yudha dan bunga.
Yudha tersenyum puas,
hahaha, pergi lo sana jauh* jangan ganggu gulaku, girang yudha dalam hati.
‘kamu kenapa yud, senyum2 sendiri???? Kehabisan obat ya???’ tanya bunga sambil tertawa.
‘jiah!! Tuh kamu tau, makanya cepat dekatkan aku dengan angel. Karena dialah obat satu*nya yang bisa nyembuhin aku’ bisik yudha tepat ditelinga Bunga. Membuat bunga tertawa geli, dan yudha pun ikut tertawa
‘hahahahahahhahahaha’ tawa mereka berdua.
Kalau itu kebahagiaan kamu yud, aku akan berusaha mendapatkan obat itu buat kamu, ucap Bunga lirih dalam hati.
‘aku nggak seneng kamu deket dengan Aldo.’ tukas yudha sinis, dan pura2 tidak tau dengan perkataannya itu.
‘kenapa??? Aldo baik koq, kamu cemburu ya???
Karena ada semut lain yang mengganggu gulamu, hayo ngaku???’ ledek Bunga sambil mengelitiki pinggang yudha. Bunga tertawa puas dengan 1 kalimat yudha, yg berlalu 15 detik itu.
‘ng…ng…nggak koq, aku hanya nggak suka aja’ elak yudha, mukanya pun memerah.
‘kenapa??’ tanya bunga lagi dengan ekspresi datar.
‘aku nggak suka aja’ jwb yudha sinis.
‘huh, dasar aneh’ erang Bunga sambil menyiku perut yudha.
‘aww, sakit unga’ rintih yudha, dia ngerasaiin sakit. Tpi malah tersenyum. Dasar aneh,
‘ayo ke aula’ ajak yudha dan menggenggam tangan Bunga.
‘nanti, aku mau nunggu balasan dari vebby dan karina’ jawab bunga sambil mengotak-ngatik hpnya untuk menanyakan kepada karina agar pergi ke aula bersama.
To: karina
from: Bunga
rin, u mau serempak nggak pergi ke aula???
Kalo mau, u temuin ak di taman belakang sekolah.
Send
*diseberang sana*
dert…dert…dert…dert…, getar hp karina, setelah membaca pesan itu. Karina langsung membalas pesan bunga.
To: bunga
from: karina
nggak bun, u pergi dengan yudha aja.
aku nanti pergi sama vebby okeh. Nanti u smsin aja, u du2k dekat mana.
Send
dert….dert….dert….dert….
‘handphonemu tuh’ ucap yudha sambil menunjuk hp Bunga.
Bunga menoleh dan langsung mengambil handphonenya.
Setelah membaca sms dari karina, Bunga langsung mengangguk tanda mengerti. Dilirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 08:45.
‘ayo’ kali ini bunga yang mengajak yudha. Bunga berdir, dan yudha mengerti maksd Bunga.
‘yud, gimana kamu bisa deket dengan angel. Kalau kamu, ehh. Maksud aku kita selalu bersama seperti ini. Jalan-jalan berdua, makan berdua. Waktu kamu buat PDKT dengan angel kapan yud??’ jelas Bunga panjang lebar, raut wajahnya pun tiba2 lesu.
Yudha langsung menarik tangan bunga, mereka berdua berhenti. Dengan seksama yudha menatap mata bunga dengan penuh ketulusan dan menunjukkan sebuah isyarat. Membuat Bunga jdi salah tingakah, yudha tersenyum ketika melihat bola mata bunga berputar-putar, karena sangking gugupnya.
‘unga, tenang aja. Aku bisa ngatur waktunya koq, waktu disekolah. Adalah waktu buat aku untuk selalu bersama gulaku. Yaitu kamu, Mengerti’ jelas yudha sambil memegang kedua pundak Bunga.
‘owh. Begitu, syukurlah. jadi aku nggak bakal dapetin gelar ‘GULAKU’ lgi dri kamu ya yud???’ tanya Bunga sedih.
‘syuuuuttttt’ ucap yudha lirih sambil menutup bibir Bunga dengan telunjuknya. Membuat bunga jadi salah tingkah.
‘kamu nggak boleh ngomong seperti itu. Gelar ‘GULAKU’ hanya tetap buat kamu unga sampai kapanpun itu, gelar buat pacarku bakal lain lagi namanya.’ ucap yudha, dan mengerti apa yang dimaksud dari pertanyaan Bunga.
‘dan 1 lagi, jangan pernah kamu takut untuk kehilangan aku. Saat aku sudah punya pacar nanti.’ kata yudha lagi melengkapi kalimatnya yang terputus. Bunga mengangguk pertanda mengerti, mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju aula sekolah untuk mendengar pengumuman dari pak ridho. Aku nggak sepenuhnya percaya yud, dengan kata2 kamu yang barusan kamu bilang. Bagaimanapun nantinya, kamu akan jadi sepenuhnya milik angel, dan nggak mungkin kita akan bisa sedekat ini. Lirih Bunga dalam hati.
-TBC-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar