Halaman

Minggu, 27 November 2011

#cake#

^cake^

#cake wedding#

#cake#


#cake wedding#

#cup cake#

imut

sandal imut

up too you

jaket

Sabtu, 26 November 2011

Minggu, 06 November 2011

[cerpen] hakikat cinta #part3

Hakikat Cinta #part3
*******
perbincangan Bunga dan Aldo terhenti, ketika yudha datang menghampiri mereka.
‘kamu disini unga???’ tanya yudha sambil duduk disebelah Bunga dan melihat sinis kearah aldo. Ntah apa maksud dari tatapan yudha itu, apakah yudha cemburu melihat Bunga dan aldo duduk berdua????? Ataukah yudha merasa tersaingi dengan ketampanan aldo yg berusaha mendekati gulanya itu????
Kita lihat saja.
‘ahk, iya yud. Kenapa???’ tanya Bunga dan memutar wajahnya 90 derajat kearah yudha. Belum sempat yudha menjawab pertanyaan Bunga. Tiba-tiba…..
‘bunga aku pergi dulu’ pamit aldo dengan senyum kecutnya untuk yudha.
Aaarrrrggghhhh tuh anak emang hobinya ganggu aja, gerutu aldo dalam hati.
‘Loh do, kenapa buru2???’ tanya Bunga bingung.
‘hah???
Nggak koq, hanya ada urusan yg perlu aku selesaikan’ jawab aldo sambil berlalu meninggalkan yudha dan bunga.
Yudha tersenyum puas,
hahaha, pergi lo sana jauh* jangan ganggu gulaku, girang yudha dalam hati.
‘kamu kenapa yud, senyum2 sendiri???? Kehabisan obat ya???’ tanya bunga sambil tertawa.
‘jiah!! Tuh kamu tau, makanya cepat dekatkan aku dengan angel. Karena dialah obat satu*nya yang bisa nyembuhin aku’ bisik yudha tepat ditelinga Bunga. Membuat bunga tertawa geli, dan yudha pun ikut tertawa
‘hahahahahahhahahaha’ tawa mereka berdua.
Kalau itu kebahagiaan kamu yud, aku akan berusaha mendapatkan obat itu buat kamu, ucap Bunga lirih dalam hati.
‘aku nggak seneng kamu deket dengan Aldo.’ tukas yudha sinis, dan pura2 tidak tau dengan perkataannya itu.
‘kenapa??? Aldo baik koq, kamu cemburu ya???
Karena ada semut lain yang mengganggu gulamu, hayo ngaku???’ ledek Bunga sambil mengelitiki pinggang yudha. Bunga tertawa puas dengan 1 kalimat yudha, yg berlalu 15 detik itu.
‘ng…ng…nggak koq, aku hanya nggak suka aja’ elak yudha, mukanya pun memerah.
‘kenapa??’ tanya bunga lagi dengan ekspresi datar.
‘aku nggak suka aja’ jwb yudha sinis.
‘huh, dasar aneh’ erang Bunga sambil menyiku perut yudha.
‘aww, sakit unga’ rintih yudha, dia ngerasaiin sakit. Tpi malah tersenyum. Dasar aneh,
‘ayo ke aula’ ajak yudha dan menggenggam tangan Bunga.
‘nanti, aku mau nunggu balasan dari vebby dan karina’ jawab bunga sambil mengotak-ngatik hpnya untuk menanyakan kepada karina agar pergi ke aula bersama.
To: karina
from: Bunga
rin, u mau serempak nggak pergi ke aula???
Kalo mau, u temuin ak di taman belakang sekolah.
Send
*diseberang sana*
dert…dert…dert…dert…, getar hp karina, setelah membaca pesan itu. Karina langsung membalas pesan bunga.
To: bunga
from: karina
nggak bun, u pergi dengan yudha aja.
aku nanti pergi sama vebby okeh. Nanti u smsin aja, u du2k dekat mana.
Send
dert….dert….dert….dert….
‘handphonemu tuh’ ucap yudha sambil menunjuk hp Bunga.
Bunga menoleh dan langsung mengambil handphonenya.
Setelah membaca sms dari karina, Bunga langsung mengangguk tanda mengerti. Dilirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 08:45.
‘ayo’ kali ini bunga yang mengajak yudha. Bunga berdir, dan yudha mengerti maksd Bunga.
‘yud, gimana kamu bisa deket dengan angel. Kalau kamu, ehh. Maksud aku kita selalu bersama seperti ini. Jalan-jalan berdua, makan berdua. Waktu kamu buat PDKT dengan angel kapan yud??’ jelas Bunga panjang lebar, raut wajahnya pun tiba2 lesu.
Yudha langsung menarik tangan bunga, mereka berdua berhenti. Dengan seksama yudha menatap mata bunga dengan penuh ketulusan dan menunjukkan sebuah isyarat. Membuat Bunga jdi salah tingakah, yudha tersenyum ketika melihat bola mata bunga berputar-putar, karena sangking gugupnya.
‘unga, tenang aja. Aku bisa ngatur waktunya koq, waktu disekolah. Adalah waktu buat aku untuk selalu bersama gulaku. Yaitu kamu, Mengerti’ jelas yudha sambil memegang kedua pundak Bunga.
‘owh. Begitu, syukurlah. jadi aku nggak bakal dapetin gelar ‘GULAKU’ lgi dri kamu ya yud???’ tanya Bunga sedih.
‘syuuuuttttt’ ucap yudha lirih sambil menutup bibir Bunga dengan telunjuknya. Membuat bunga jadi salah tingkah.
‘kamu nggak boleh ngomong seperti itu. Gelar ‘GULAKU’ hanya tetap buat kamu unga sampai kapanpun itu, gelar buat pacarku bakal lain lagi namanya.’ ucap yudha, dan mengerti apa yang dimaksud dari pertanyaan Bunga.
‘dan 1 lagi, jangan pernah kamu takut untuk kehilangan aku. Saat aku sudah punya pacar nanti.’ kata yudha lagi melengkapi kalimatnya yang terputus. Bunga mengangguk pertanda mengerti, mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju aula sekolah untuk mendengar pengumuman dari pak ridho. Aku nggak sepenuhnya percaya yud, dengan kata2 kamu yang barusan kamu bilang. Bagaimanapun nantinya, kamu akan jadi sepenuhnya milik angel, dan nggak mungkin kita akan bisa sedekat ini. Lirih Bunga dalam hati.
-TBC-

[Cerpen] Hakikat Cinta #part2

Title : Hakikat Cinta
author : Rizka Ayu Pratiwi
rating : PG-13
Series
————————————————–
sebenarnya ini mirip kayak FF gitu tapi yang beda cuma tokoh karena pake tokoh orang indonesia. hehehe :p dan ini juga bukan aku yang buat tapi titipan temen aku yang ngebet banget pengin dipublish. hahaha :D ya udah deh daripada banyak bacot langsung ke TKP nya aja nyok>>>>>
———————————————-
#flashback#
senin, 4 juli 2011. Pukul 09:00.
Ting….tong…ting…tong. Bunyi bel pertanda ada tamu #ya iyalah, nggak mungkin hantu. Hahaha
‘iya, sebentar’ sahut bunga sambil menuruni anak tangga.
Dibukanya pintu utama dan bunga sontak terkejut matanya terbelalak melihat sosok seorang laki-laki di hadapannya.
‘yu..yu..yu..yudha’ ucap bunga terbata-bata.
Ada apa ni anak datang kerumah aku pagi-pagi, selidik bunga dalam hati.
‘hello, ak nggak boleh masuk ya???’ tanya yudha sambil menjentikan jemarinya.
‘bo…bo..boleh, silahkan’ bunga masih bingung, kenapa yudha datang kerumahnya pagi-pagi begini. Setelah masuk, tanpa disuruh pun yudha langsung duduk di sofa yg berbentuk bola itu.
‘kamu mau minum ap???’ tanya bunga.
‘terserah’ jawab yudha datar.
‘ya sudah, air keras mau….hahahaha. Just kiding yud’ bunga tertawa geli, sambil menatap mata yudha.
‘kalo itu sehat nggak ap2′ jawab yudha santai dan dengan senyuman. ya tuhan, senyumnya indah banget, senyum yg di pancarkan yudha berduet dgn tatapan indah dari matanya, membuat bunga jdi salah tingkah.
‘okeh, wait me five minutes’ sahut bunga sambil berlalu menuju dapur dan meninggalkan yudha sendirian.
5 menit kemudian.
‘silahkan minum’ pinta bunga sambil menyodorkan segelas teh dan serta beberapa makanan ringan.
‘makasih, tpi ini bukan air keras kan???’ tanya yudha bercanda, tawa mereka pun pecah, mengisi ruang tengah bunga yg sedang sepi.
‘coba saja minum’ sahut bunga sambil tertawa geli.
‘oea, ada ap kamu datang kemari???… Kangen ya dgn aku???’ tanya bunga sambil menggoda yudha.
Yudha sontak terkejut dgn perkataan bunga.
‘jiah!! Buat apa ak kangen dgn kamu.’ sahut yudha bercanda. Perkataan yudha membuat bunga jdi malu.
‘jangan sedih gitu donk, ak kan hanya bercanda. Iya ak kangen dgn kamu gulaku’ rayu yudha dgn senyuman mautnya itu.
Tapi, bunga masih terdiam. Dia yakin bahwa yudha hanya bercanda.
‘bunga, kamu mau kan bantu ak dekat dengan angel, dia masuk IPS jga. Plisss ak mohon.’ rayu yudha lagi sambil mengeluarkan puppy eyesnya.
Bunga sontak kaget, mendengar ucapan yudha. Matanya tiba2 memerah, dia menahan tangisnya.
Yudha andaikan saja kamu bisa sedikit peka dgn perasaan aku. Lirik aku yud, sedikit saja. Agar kamu mengerti, aku berharap kamu itu bisa jdi lebih dari sahabat buat ak. Desis bunga dalam hati, kapan yud??? Kapan, kmu bisa tau perasaan ak. Seandainya kamu tau. Betapa sakitnya hati aku, setiap kamu bercerita tentang angel yud.
Tak terasa air mata bunga turun. Tapi sebelum tertangkap dgn yudha, bunga segera menyeka air matanya.
Lamunan bunga terpecah saat yudha bertanya.
‘gimana bun???’
‘akan aku coba’ jawab bunga singkat. Walaupun hanya 3 kata yg keluar dri mulutnya, namun kata2 itu begitu berat. Sehingga membuat dada bunga sesak.
#end to the flashback#
******
‘owh’ jawab bunga datar, tiba2 aura mukanya memanas. Matanya begitu perih, seperti tersapu angin yang dipenuhi oleh gumpalan debur pasir. Bunga hanya bisa membatu, memikirkan semua perkataan yudha. Namun, Lamunan itu Bunga terpecah saat yudha menggenggam tangannya, ‘unga, gmna????… Kapan kamu mau mencoba mendekatkan aku dengan dia???’ tanya yudha bertubi-tubi. Bunga menghiraukan perkataan yudha dan meninggalkan yudha. Bunga berjalan hampir setengah berlari. Dia pergi ke tempat biasa, tempat dimana dia bisa menenangkan dirinya, Tempat dimana Bunga mencurahkan semua isi hatinya tentang yudha, tempat dimana Bunga selalu meneteskan air mata kesedihan, saat yudha berkata bahwa angel itu orangnya bla…bla….bla…
Pernyataan yudha membuat hati Bunga terasa amat sakit.
‘sadar unga, sadar’ jerit Bunga, sambil mengeluarkan semua air mata. ‘kuatkan hatimu bunga, jika kamu mencintai yudha. Lakukanlah keinginannya. Bantulah dia untuk menyatakan cintanya ke angel’ tutur bunga, sambil menyeka setiap air mata yang menetes kepipinya itu.
Setelah puas, mengeluarkan semua emosinya. Bunga kembali merapikan rambutnya, membersihkan mukanya. Mencoba melupakan semua masalah yang didengarnya.
Setelah semuanya terlupakan. Bunga duduk di bangku yang menghadap kearah taman di belakang sekolah. Bunga melihat, sepasang bangku dibawah pohon itu, tempat dimana mereka (Yudha dan Bunga) selalu makan siang bersama.
‘yudha, apa nanti setelah kamu jadian dengan angel. Kamu bakal ngelupaiin ak, ngelupain semuanya???? Termasuk aku??? Gulamu, yang selalu ada buat kamu yud???’ tanya Bunga dengan suaranya yang selembut sutera itu pada dirinya sendiri. Sambil menggenggam sebuah kado yang diberikan yudha saat ultahnya yang ke-15 itu.
‘Bunga, kamu ngapain??? Tanya sosok laki-laki yang bertubuh tinggi itu. Sambil duduk disebelah Bunga.
‘hey, aldo’ jawab Bunga sedikit terkejut, dan memaksakan untuk memberikan senyuman TERPAKSAnya itu buat aldo.
Iya, nama laki2 itu adalah Aldo, laki2 yang selalu memperhatikan Bunga, laki2 yang selalu mengajak Bunga kencan tiap Malam minggu, laki2 yang pernah menyatakan cintanya pada Bunga, waktu kelas 1 dulu. Namun, Bunga tolak. Gara2 Bunga hanya mencintai Yudha.
‘bentar lagi kita akan berkumpul di aula bun, pak ridho akan memberikan pengumuman.’ jelas aldo panjang lebar, sambil memainkan jari-jarinya yang panjang itu.
‘MWO????, pengumuman.’ tanya Bunga terkejut, baru jga sekolah sudah dapat pengumuman. Umpat bunga dalam hati.
‘iya, denger-denger pak ridho akan memberikan kita tugas sekolah.’ jelas ridho lagi, kali ini sambil merapikan kemejanya. Tingkahnya yang tidak jelas itu mungkin dilakukannya agar tidak gugup kali ya. Hehehehe,
‘TUGAS????’ kali ini Bunga malah meninggikan suaranya dan dia langsung berdiri dri bangku itu dan menggelengkan kepala.
Jelas saja ekspresi Bunga seperti itu. Baru saja sekolah sudah di beri tugas baru, ya ampuunn.
‘iya bunga. Nggak usah sepanik itu kenapa,’ ledek Aldo sambil tertawa kecil.
‘hehehe, sorry do. Terbawa suasana dan emosi. Lalu, nasib anak osis yang kelas XI gimana???? Mereka kan harus melakukan kegiatan mos, Apa mereka nggak ikut ngumpul di aula????’ tanya Bunga, dengan ekspresi yang sudah lebih tenang dan santai.
‘hahaha…. Mereka nanti ikut ngumpul ke aula jga, ini hanya pengumuman buat anak kelas XI aja.’ ‘owh, btw jam berapa do???’
‘jam 09.00,’
‘owh, gitu. Makasih, atas informasinya ya’ ucap bunga sambil menatap ridho dan memberikan senyum lesung pipitya itu.
-TBC- #sorry for typo

[Cerpen] Hakikat Cinta #part 1

Title : Hakikat Cinta
author : Rizka Ayu Pratiwi
rating : PG-13
Series
————————————————–
sebenarnya ini mirip kayak FF gitu tapi yang beda cuma tokoh karena pake tokoh orang indonesia. hehehe :p dan ini juga bukan aku yang buat tapi titipan temen aku yang ngebet banget pengin dipublish. hahaha :D ya udah deh daripada banyak bacot langsung ke TKP nya aja nyok>>>>>
####
11 juni 2011
kring…kring..kring.
Bunyi jam weker di kamar bunga, yang bunyinya bener* nyaring dan menunjukkan pukul 06.00 pagi.
Bunga segera bangun setelah mendengar jam wekernya berkumandang #dikira adzan kali, dia mengucek matanya yg masih setengah sadar itu. Setelah bener2 sadar bunga langsung pergi ke kamar mandi, setelah itu merapikan kamar tidurnya dan memasukkan buku2 kedalam tas.
‘hmp, ini hari pertamaku sekolah dan tak terasa ak udh kelas XI. Nggak siap ni ngerasaiin bagaimana rasanya duduk di bangku IPA. Hahahaha #sombong.
Segera diraihnya tas sekolah dan langsung pergi turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orang tuanya. Maklumlah bunga anak tunggal.
‘pagi bun, pagi yah’ sapa bunga sambil mengecup pipi kedua orang tuanya.
‘pagi sayang’ sahut papanya.
‘ayo sarapan?’ ajak bunda bunga sambil mengoleskan selai kacang di roti.
‘hmp, nggak ahk bun. Bunga sarapan di cafetaria aja. Soalnya hari ini bunga pengen cepat-cepat ke sekolah hehehehe.’ bunga tersenyum kepada kedua orangtuanya dan meminum segelas susu.
‘bunga…’ panggil ayahnya.
‘iya yah,’ jawab bunga sambil mendekat dan memeluk ayahnya.
‘ini…’ bunga bingung ketika ayahnya menyerahkan sebuah kunci.
‘kunci????, untuk apa yah???’ tanya bunga penasaran.
‘sekarang kamu boleh membawa mobil sendiri’ tukas ayahnya.
‘ ayah yakin mengizinkan bunga menyetir mobil sendiri???’ tanya bunga lagi, masih tetap tidak percaya.
‘ayah yakin sayang. Kunci dan mobil diluar itu untuk kamu’ jawab ayahnya meyakinkan.
‘makasih ayah’ ucap bunga sambil memeluk ayahnya, begitu senangnya sampai2 dia meloncat-loncat, tanpa terasa uang koin di saku bunga berjatuhan.
Ting…ting…ting, suara pantulan koin-koin itu.
‘upz, hehehehe’ bunga tersenyum malu, karena uang recehnya berjatuhan. Bunga pun segera mengambilnya satu persatu.
‘ckckckckckckck, sayang kamu masih saja sering membawa uang koin kemana-mana’ ucap bundanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
‘namanya aja hobby bun. Hehehehe, ya udah bunga pamit dulu ya ya bun, ayah.’ sambil mencium tangan dan pipi kedua orangtuanya.
******
Diperjalan:
mobil honda jazz berwarna merah itu bergabung dengan kumpulan mobil2 tatkala mewah di jalan ibukota. Bunga mengendarai mobilnya dgn kecepatan normal. Bunga pergi kesekolah dengan perasaan bahagia, di mobil dia sambil bersenandung Salah satu lagu boyband favoritenya yaitu SHINee #judulnya terserah saya tidak tahu. Hehehehe,
tiba-tiba, dering lagu dihandphonenya berbunyi yg india ‘are re are’ nada dering khusus yang dia persambahkan kalau yudha menelpon. Dengan kekuatan secepat kilat, dia langsung menyambar headsetnya dan mengangkat telpon tersebut.
‘bunga kamu dimana???’ belum sempat bunga mengatakan ‘hallo’ tpi sudah terdengar suara teriakan dri seberang sana.
‘aku masih dijalan yud, tau sendiri ibukota kalau pagi macetnya bukan main’ gerutu bunga, sambil mengerucutkan bibirnya.
Tanpa berkata lagi, yudha langsung mematikan sambungan itu.
‘aneh banget sih tuh anak, tumben banget dia nanya aku dimana.. Ckckckckkc’ gerutu bunga sambil melirik jam ditangannya.
‘hufft, masih jam 06.15.’
sudah sampai pertikungan terakhir untuk memasuki gerbang sekolah SMA EDELWEIS. Mata bunga tertuju pada rombongan siswa2 baru yang berpenampilan seperti orang gila.
‘wuahahahaha’ tawa bunga pecah saat dia turun dari mobil mewahnya itu.
‘ckckckckckckck. Parah banget anak OSIS, ngedandani anak2 baru dengan penampilan seperti ini, ya tuhan’ ucap bunga sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Tawa bunga pecah lagi saat dia berjalan menuju lapangan basket, dilihatnya seorang siswi yg sedang duduk sendirian. Mukanya seperti badut. Jelas saja pipi kanan dan kirinya dihiasi dgn lipstik dengan warna merah darah, seperti public figur jengkelin itu. Bibir mereka jga di pakaikan lipstik berbentuk hati. Dengan rambut kuciran kuda. Masalahnya lagi seluruh siswi baru harus menggunakan poni yg nama modelnya itu ‘poni selamat datang’ #aneh2 aja, ckckckck.
Di tambah lagi mereka harus memakai kalung yang terbuat dri rangkaian biji-biji cempedak.
‘wuahahahaha, untung aku dulu nggak separah ini’ tutur bunga sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Tanpa bunga sadari, tawa bunga tersebut membuat siswi itu semakin malu dan menundukan kepalanya. Bunga jadi merasa bersalah melihat muka siswi itu menjadi sedih dengan segera bunga berjalan ke arah siswi itu. Namun, langkah bunga terhenti saat seseorang menarik tangan bunga dan membuat tubuhnya berputar 180 derajat. Bunga tersentak dan hampir saja tubuhnya teruntai.
‘adduuuhhh’ rintih bunga sambil memegang pergelangan tangannya.
‘kamu apa-apaan sih yud, jadi cowok lembut sedikit bisa nggak sih’ omel bunga sambil memekul lengan yudha.
‘sorry2, kamu nggak apa2 kan???’ tanya yudha panik.
‘nggak apa2 bagaimana, lihat pergelangan tanganQ merah’ cerca bunga sambil menunjuk tangan kirinya.
‘aku kan udh minta maaf bung, abisnya sampai bejenggot aku nunggu kamu’ omel yudha sambil mengusap pergelangan tangan bunga.
‘memangnya ada apa??’ tanya bunga penasaran.
‘kamu janji apa dengan aku???’ tanya yudha sambil berkacak pinggang.
‘janji???’ jawab bunga terkejut.
‘iya, aku menagihnya’ jawab yudha.
-TBC-
sekian dulu part 1 nya :) sorry for typo. TOLONG KOMEN, Kritik dan Saran NYA YAH
NO SILENT READER!!!!

*p.s : sebelumnya pernah dipost di blog teman aku :hanjia.wordpress.com*
Kebahagiaan tak selalu datang menghampiri. Tekadang kita selalu mengharap bahkan bergantung pada datangnya sebuah kebahagiaan. Kita tidak tahu, bahwa yang dinamakan kebahagiaan adalah saat kita dapat melihat atau merasakan orang-orang yang kita sayangi sedang tertawa bahagia karena kebahagiaannya, dengan begitu kita akan selalu mempertahankan sesuatu yang berharga yang sudah menjadi milik kita tanpa mau merampas dan membinasakannya.

PERSAHABATAN

Tak ada kata-kata yang lebih indah daripada sebuah persahabatan. Setiap manusia pasti membutuhkan hadirnya sahabat sejati dikehidupannya, namun tidak semua manusia bisa mendapatkannya. Aku termasuk kedalam manusia yang beruntung karena mempunyai sahabat seperti mereka.

PERSAHABATAN

Tak ada kata-kata yang lebih indah daripada sebuah persahabatan. Setiap manusia pasti membutuhkan hadirnya sahabat sejati dikehidupannya, namun tidak semua manusia bisa mendapatkannya. Aku termasuk kedalam manusia yang beruntung karena mempunyai sahabat seperti mereka.
Tak ada kata-kata yang lebih indah daripada sebuah persahabatan. Setiap manusia pasti membutuhkan hadirnya sahabat sejati dikehidupannya, namun tidak semua manusia bisa mendapatkannya. Aku termasuk kedalam manusia yang beruntung karena mempunyai sahabat seperti mereka.