Halaman

Minggu, 06 November 2011

[Cerpen] Hakikat Cinta #part2

Title : Hakikat Cinta
author : Rizka Ayu Pratiwi
rating : PG-13
Series
————————————————–
sebenarnya ini mirip kayak FF gitu tapi yang beda cuma tokoh karena pake tokoh orang indonesia. hehehe :p dan ini juga bukan aku yang buat tapi titipan temen aku yang ngebet banget pengin dipublish. hahaha :D ya udah deh daripada banyak bacot langsung ke TKP nya aja nyok>>>>>
———————————————-
#flashback#
senin, 4 juli 2011. Pukul 09:00.
Ting….tong…ting…tong. Bunyi bel pertanda ada tamu #ya iyalah, nggak mungkin hantu. Hahaha
‘iya, sebentar’ sahut bunga sambil menuruni anak tangga.
Dibukanya pintu utama dan bunga sontak terkejut matanya terbelalak melihat sosok seorang laki-laki di hadapannya.
‘yu..yu..yu..yudha’ ucap bunga terbata-bata.
Ada apa ni anak datang kerumah aku pagi-pagi, selidik bunga dalam hati.
‘hello, ak nggak boleh masuk ya???’ tanya yudha sambil menjentikan jemarinya.
‘bo…bo..boleh, silahkan’ bunga masih bingung, kenapa yudha datang kerumahnya pagi-pagi begini. Setelah masuk, tanpa disuruh pun yudha langsung duduk di sofa yg berbentuk bola itu.
‘kamu mau minum ap???’ tanya bunga.
‘terserah’ jawab yudha datar.
‘ya sudah, air keras mau….hahahaha. Just kiding yud’ bunga tertawa geli, sambil menatap mata yudha.
‘kalo itu sehat nggak ap2′ jawab yudha santai dan dengan senyuman. ya tuhan, senyumnya indah banget, senyum yg di pancarkan yudha berduet dgn tatapan indah dari matanya, membuat bunga jdi salah tingkah.
‘okeh, wait me five minutes’ sahut bunga sambil berlalu menuju dapur dan meninggalkan yudha sendirian.
5 menit kemudian.
‘silahkan minum’ pinta bunga sambil menyodorkan segelas teh dan serta beberapa makanan ringan.
‘makasih, tpi ini bukan air keras kan???’ tanya yudha bercanda, tawa mereka pun pecah, mengisi ruang tengah bunga yg sedang sepi.
‘coba saja minum’ sahut bunga sambil tertawa geli.
‘oea, ada ap kamu datang kemari???… Kangen ya dgn aku???’ tanya bunga sambil menggoda yudha.
Yudha sontak terkejut dgn perkataan bunga.
‘jiah!! Buat apa ak kangen dgn kamu.’ sahut yudha bercanda. Perkataan yudha membuat bunga jdi malu.
‘jangan sedih gitu donk, ak kan hanya bercanda. Iya ak kangen dgn kamu gulaku’ rayu yudha dgn senyuman mautnya itu.
Tapi, bunga masih terdiam. Dia yakin bahwa yudha hanya bercanda.
‘bunga, kamu mau kan bantu ak dekat dengan angel, dia masuk IPS jga. Plisss ak mohon.’ rayu yudha lagi sambil mengeluarkan puppy eyesnya.
Bunga sontak kaget, mendengar ucapan yudha. Matanya tiba2 memerah, dia menahan tangisnya.
Yudha andaikan saja kamu bisa sedikit peka dgn perasaan aku. Lirik aku yud, sedikit saja. Agar kamu mengerti, aku berharap kamu itu bisa jdi lebih dari sahabat buat ak. Desis bunga dalam hati, kapan yud??? Kapan, kmu bisa tau perasaan ak. Seandainya kamu tau. Betapa sakitnya hati aku, setiap kamu bercerita tentang angel yud.
Tak terasa air mata bunga turun. Tapi sebelum tertangkap dgn yudha, bunga segera menyeka air matanya.
Lamunan bunga terpecah saat yudha bertanya.
‘gimana bun???’
‘akan aku coba’ jawab bunga singkat. Walaupun hanya 3 kata yg keluar dri mulutnya, namun kata2 itu begitu berat. Sehingga membuat dada bunga sesak.
#end to the flashback#
******
‘owh’ jawab bunga datar, tiba2 aura mukanya memanas. Matanya begitu perih, seperti tersapu angin yang dipenuhi oleh gumpalan debur pasir. Bunga hanya bisa membatu, memikirkan semua perkataan yudha. Namun, Lamunan itu Bunga terpecah saat yudha menggenggam tangannya, ‘unga, gmna????… Kapan kamu mau mencoba mendekatkan aku dengan dia???’ tanya yudha bertubi-tubi. Bunga menghiraukan perkataan yudha dan meninggalkan yudha. Bunga berjalan hampir setengah berlari. Dia pergi ke tempat biasa, tempat dimana dia bisa menenangkan dirinya, Tempat dimana Bunga mencurahkan semua isi hatinya tentang yudha, tempat dimana Bunga selalu meneteskan air mata kesedihan, saat yudha berkata bahwa angel itu orangnya bla…bla….bla…
Pernyataan yudha membuat hati Bunga terasa amat sakit.
‘sadar unga, sadar’ jerit Bunga, sambil mengeluarkan semua air mata. ‘kuatkan hatimu bunga, jika kamu mencintai yudha. Lakukanlah keinginannya. Bantulah dia untuk menyatakan cintanya ke angel’ tutur bunga, sambil menyeka setiap air mata yang menetes kepipinya itu.
Setelah puas, mengeluarkan semua emosinya. Bunga kembali merapikan rambutnya, membersihkan mukanya. Mencoba melupakan semua masalah yang didengarnya.
Setelah semuanya terlupakan. Bunga duduk di bangku yang menghadap kearah taman di belakang sekolah. Bunga melihat, sepasang bangku dibawah pohon itu, tempat dimana mereka (Yudha dan Bunga) selalu makan siang bersama.
‘yudha, apa nanti setelah kamu jadian dengan angel. Kamu bakal ngelupaiin ak, ngelupain semuanya???? Termasuk aku??? Gulamu, yang selalu ada buat kamu yud???’ tanya Bunga dengan suaranya yang selembut sutera itu pada dirinya sendiri. Sambil menggenggam sebuah kado yang diberikan yudha saat ultahnya yang ke-15 itu.
‘Bunga, kamu ngapain??? Tanya sosok laki-laki yang bertubuh tinggi itu. Sambil duduk disebelah Bunga.
‘hey, aldo’ jawab Bunga sedikit terkejut, dan memaksakan untuk memberikan senyuman TERPAKSAnya itu buat aldo.
Iya, nama laki2 itu adalah Aldo, laki2 yang selalu memperhatikan Bunga, laki2 yang selalu mengajak Bunga kencan tiap Malam minggu, laki2 yang pernah menyatakan cintanya pada Bunga, waktu kelas 1 dulu. Namun, Bunga tolak. Gara2 Bunga hanya mencintai Yudha.
‘bentar lagi kita akan berkumpul di aula bun, pak ridho akan memberikan pengumuman.’ jelas aldo panjang lebar, sambil memainkan jari-jarinya yang panjang itu.
‘MWO????, pengumuman.’ tanya Bunga terkejut, baru jga sekolah sudah dapat pengumuman. Umpat bunga dalam hati.
‘iya, denger-denger pak ridho akan memberikan kita tugas sekolah.’ jelas ridho lagi, kali ini sambil merapikan kemejanya. Tingkahnya yang tidak jelas itu mungkin dilakukannya agar tidak gugup kali ya. Hehehehe,
‘TUGAS????’ kali ini Bunga malah meninggikan suaranya dan dia langsung berdiri dri bangku itu dan menggelengkan kepala.
Jelas saja ekspresi Bunga seperti itu. Baru saja sekolah sudah di beri tugas baru, ya ampuunn.
‘iya bunga. Nggak usah sepanik itu kenapa,’ ledek Aldo sambil tertawa kecil.
‘hehehe, sorry do. Terbawa suasana dan emosi. Lalu, nasib anak osis yang kelas XI gimana???? Mereka kan harus melakukan kegiatan mos, Apa mereka nggak ikut ngumpul di aula????’ tanya Bunga, dengan ekspresi yang sudah lebih tenang dan santai.
‘hahaha…. Mereka nanti ikut ngumpul ke aula jga, ini hanya pengumuman buat anak kelas XI aja.’ ‘owh, btw jam berapa do???’
‘jam 09.00,’
‘owh, gitu. Makasih, atas informasinya ya’ ucap bunga sambil menatap ridho dan memberikan senyum lesung pipitya itu.
-TBC- #sorry for typo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar